blogger indonesia

iBlogger.web.id Aksesoris Blog by Moch. Iqbal Chahyadi

Selasa, 15 September 2015

5 teks dalam film 5 cm




5 TEKS DALAM FILM “5 CM”

BAB I
PEMBUKAAN

A.   Latar Belakang

Pengertian latar belakang budaya atau lingkungan dapat dijelaskan dengan sederhana sebagai berikut. Kita semua tinggal di sebuah lingkungan, yaitu tempat dan segala sesuatu yang berada di sekitar kita, baik yang hidup maupun yang mati. Lingkungan amat luas, tetapi kita dapat mengidentifikasinya melalui tempat tempat yang kita diami atau kita singgahi saat melakukan kegiatan. Setiap tempat itu disertai oleh situasi yang melingkupinya. Tempat itu merupakan lingkungan fisik, sedangkan situasi yang melatarbelakanginya merupakan lingkungan budaya.
          Kalian mempunyai tempat tinggal dan hidup bersama bapak, ibu, serta saudara-saudara yang lain. Lingkungan kalian itu adalah lingkungan keluarga. Apabila berada di luar rumah, kalian berada di lingkungan masyarakat. Pada saat belajar di sekolah, kalian berda di lingkungan sekolah. Situasi yang ada di setiap lingkungan itu terikat oleh norma dan adat kebiasaan. Norma dan adat kebiasaan itu adalah nilai nilai budaya. Dalam lingkungan seperti itulah kalian menggunakan bahasa untuk berinteraksi dengan sesama. Bahasa yang terikat oleh norma dan budaya yang kalian gunakan itu adalah teks, sedangkan lingkungan beserta seisinya itu adalah konteks. Jadi, bahasa selalu terungkap sebagai teks dalam konteks. Dengan konteks, bahasa yang kalian gunakan untuk berinteraksi itu dapat saling dimengerti. Teks tidak harus disampaikan secara tertulis, tetapi dapat juga secara lisan. Selain itu, kualitas teks tidak diukur dari jumlah kalmat atau halaman (apabila ditulis) dan dari lama-tidaknya penuturan (apabila dilisankan), tetapi dari makna yang diungkapkan dan konteks yang melingkupinya. Setiap kali terjadi interaksi, pada saat itu pula tercipta teks. Melalui teks, orang tidak hanya berinteraksi, tapi juga bertindak. Bahkan, dalam kehidupan sehari hari, manusia tidak dapat melepaskan diri dari teks. Untuk membuat teh, menjalankan mesin cuci, atau memeasak mi siap saji, kalian menggunakan dan menerapkan teks prosedur kompleks. Untuk menyampaikan hasil observasi terhadap sesuatu yang ada di sekitar kita, kalian menggunakan teks laporan. Untuk menyampaikan gagasan dan diterima oleh oihak lain, kalian menggunakan teks eksposisi. Untuk mencapai puncak kesepakatan, kalian menggunakan teks negosiasi. Akhirnya, untuk menyindir atau mengkritik pihak lain, kalian menggunakan teks anekdot. Pendek kata, untuk melalukan berbagai aktivitas kehidupan, kita semua menggunakan teks.






B.   Tujuan

1.      Memenuhi tugas bahasa Indonesia
2.      Memberikan informasi tentang film :5 cm” kepada pembaca
3.      Menambah wawasan


BAB II
ISI

A.   Teks Laporan Hasil Observasi ( Teks LHO)

Karakter ke-5 Tokoh dalam Film “5 CM”
          Film 5 cm merupakan cerita nyata yang diambil dari novel karangan Donny Dhirgantoro. 5 cm menceritakan tentang 5 orang yang bersahabat, mereka selalu bersama dan tidak terpisahkan. 5 sahabat tersebut adalah Arial, Riani, Zafran, Ian dan Genta
          Yang pertama, Arial. Arial adalah sosok yang paling gagah dan maskulin ke 3 sahabat laki-lakinya. Kebiasaan uniknya kalau makan harus ada kecap. Arial kuliah di Fakultas Hukum, tetapi Arial sama sekali tidak mengerti tentang hukum. Dan, Arial selalu grogi kalau didekati wanita yang ingin mengajak kenalan.
          Berikutnya Riani. Riani adalah wanita yang cerdas, dan lembut. Riani sangat cantik, sehingga banyak laki laki yang suka dengan Riani, tetapi walaupun begitu, Riani masih betah menjomblo. Riani mempunyai kebiasaan unik, yaitu kalau Ian sedang makan mi instan, Riani akan minta kuahnya. Cita-citanya bekerja di TV, itu sebabnya Ia kuliah di Broadcasting.
          Yang ketiga Zafran. Zafran adalah orang yang puitis, kegemarannya adalah membuat puisi. Zafran sangat menyukai Dinda (adik Arial). Zafran selalu mengejar ngejar Dinda, tapi tidak ada respon dari Dinda.
          Yang keempat Ian. Ian ini berbadan gemuk, kepalanya plontos, dan suka makan, makanan kesukaanyya adalah mi instan. Diantara sahabat sahabatnya, Ian yang belum juga lulus kuliah. Film kesukaan Ian adalah film porno. Artis idolanya adalah Happy Salma dan klub bola kesukaannya adalah Manchester United.
          Yang terakhir yaitu Genta. Genta sangat menyukai Riani. Genta orang bijaksana, dia lebih mementingkan urusan dengan teman temannya daripada urusannya sendiri, Genta selalu ada untuk teman-temannya saat mereka membutuhkan bantuan. Dia bekerja di proyek yang dia kerjakan sendiri


B.   Teks Eksposisi
Mitos Tanjakan Cinta
Tanjakan cinta di Ranu Kumbolo, mitosnya lahir dari tragedi. Pada bagian barat danau Gunung Semeru, terdapat sebuah bukit tinggi menjulang. Bukit ini merupakan bagian dari  rute pendaki ke arah puncak, kemiringannya tidak kurang dari 45 derajat dan merupakan rute tanjakan yang landai tapi panjang. Dan ada sesuatu yang menarik di tanjakan cinta tersebut, ada mitos yang beredar di kalangan pendaki.
Menurut beberapa sumber, mitos ini lahir dari kisah tragedi dua sejoli yang sudah bertunangan saat mendaki tanjakan tersebut. Konon, waktu itu, si pria melewati tanjakan cinta terdebut lebih dahulu. Sementara calon istrinya kewalahan menaiki tanjakan itu, pria tadi hanya melihat dari atas sambil foto – foto. Naas pendaki wanita ini tiba – tiba pingsan dan jatuh terguling ke bawah, kemudian tewas.
Mitos yang berikutnya adalah, dimana barang siapa yang bisa terus berjalan tanpa berhenti hingga di atas bukit. Dan tanpa menoleh ke belakang, jika sedang jatuh cinta akan berakhir bahagia. Dan sebaliknya, jika kita menaiki tanjakan tersebut lalu menoleh kebelakang mungkin akan terjadi sesuatu dengan pasangan kita, dan cinta kita tidak akan terkabulkan.
Memang butuh tenaga yang ekstra untuk melewati tanjakan cinta ini. Tanpa berhenti apalagi sambil mengangkat berat beban yang kita bawa. Tetapi setelah sampai diatas atau di ujung tanjakan cinta rasa lelah kita serasa hilang karena melihat indahnya Ranu Kumbolo yang membisu diselimuti kabut dari kejauhan.
Jadi, itulah tanjakan cinta mempunyai mitos – mitos , dimana jika kita menaki tanjakan cinta kita tidak menoleh kebelakang. Ini sebabnya tanjakan tersebut banyak diincar oleh para pendaki. Para pendaki berlomba – lomba untuk menaiki tanjakan cinta itu tanpa menoleh kebelakang. Dan ini yang menyababkan mengapa tanjakan tersebut dinamakan tanjakan cinta oleh orang – orang.


C.      Teks Prosedur Kompleks

Langkah – Langkah Mendaki Gunung
Jika kita hendak mendaki gunung, seharusnya kita mempersiapkan segala sesuatunya terlebih dahulu, agar dalam perjalanan tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Persiapan yang kita lakukan adalah sebagai berikut :
1.      Pertama – tama kita harus mempersiapkan carrier (tas gunung ) untuk tempat kita menaruh barang – barang yang kita bawa. Selain itu jika kita membawa tas gunung itu kita akan lebih mudah membawa barang – barang.
2.      Kedua membawa  baju – baju hangat, karena jika nanti kita mendaki gunung pasti disana suhunya dingin. Jadi baju – baju hangat sangat dibutuhkan agar badan kita tetap hangat.
3.      Selain itu membawa senter dan batrai, sebagai alat penerangan saat kita melakukan perjalan dimalam hari.
4.      Kemudian siapkan juga bahan bahan makanan dan snak untuk perjalanan selama mendaki.
5.      Bawa juga kacamata hitam untuk melindungi mata kita, dari debu atau abu vulkanik.
6.      Yang paling penting bawa perlengkapan obat - obatan dan betadine , sehingga jika kita terluka dan sakit di perjalanan kita bisa langsung bisa menanganinya.
7.      Jangan lupa membawa sepatu dan sandal.
8.      Yang terakhir seminggu sebelum mendaki olahraga atau lari – lari kecil melatih daya tahan kita.



D.   Anekdot
Sidang Skripsi
Di tengah perjalanan menuju Malang, sewaktu mereka sedang berbincang – bincang dan bercanda , tiba-tiba Ian menjatuhkan sesuatu.
Ian : “ Eh ple ple , tolong ambilin donk!“
Zafran : “Apaan nih ?”
Ian : “Ple ple, jangan di baca.”
 (Zafran membuka isi kertas yang tadi jatuh)
Zafran : “ Oh bon belanja and vcd bokep , nih gua kembaliin kebiasaan lu“
Arial : “ Eh babi got, lu masih aja beli dvd bokep, kapan kuliah lu mau kelar kalo nonton bokep terus ?”
Ian : “Perasaan gua kalo beli dvd bokep enggak pernah pake bon , emang pernah dikasih bon apa ?”
( Sewaktu Ian mengecek kertasnya tiba tiba Zafran )
Zafran: “Panggilan sidang“
( Genta, Arial, Riani , dan Dinda sontak kaget dan bahagia mendengar Zafran berbicara seperti itu )
Zafran: “Selamat ya ndut , lulus juga akhirnya lu .“ (Sambil memegang perut Ian )
Genta : “ Ian, lu udah mau lulus ??”
Dinda : “Sebentar lagu jadi sarjana dong ?”
Ian :”Iyaa”
( Semuanya gembira, dan mengerjai Ian dengan menumpahkan makanan ringan ke tubuh Ian , malam itu mereka berisik dan mengganggu penumpang lain)
Penumpang : “ Ada apa ini ?”
Zafran : “Nggak papa pak , ini temen saya ada yang keterima kerja jadi ikan pesut di Ancol“
Ian : “Haha , tengkyu tengkyu. tau gini gua kasih tau lewat sms aja“
(Dan suasana malam sangat membahagiakan dan mengharukan )


E.    Negosiasi

Perencanaan Hal Baru

Pada malam hari, Genta, Zafran, Arial, Riani, dan Ian berkumpul di rumah Arial seperti biasa. Mereka membicarakan tentang persahabatan mereka yang mereka rasa mulai membosankan. Akhirnya mereka ingin merencakanan hal-hal yang baru. Kemudian Genta mulai membuka pembicaraan.
Genta  :”Hai guys, kayanya ada yang perlu kita omongin nih.”
Riani    :”Apaan sih?”
Genta  :”Guys, kalian ngerasa bosen nggak sih sama kita, kayanya gini gini aja deh 10 tahun    ini. Tiba-tiba gue keinget kata kata Ian, kalo dia nggak punya temen selain kita ber-5. Mungkin perasaan gue aja, tapi gue ngerasain hal yang sama kaya Ian.”
Zafran :”Sama, gue juga.”
Genta  :”Bener nggak sih ? Kayanya kita semua nggak punya temen lain selain kita berlima.”
Zafran :”Standar cuyy.”
Genta  :”Mungkin sebaiknya kita nggak ketemuan dulu.”
Riani    :”Apa-apaan sih. Nggak, gue nggak mau, kalian cowok-cowok pada kenapa sih? Kita kan baik-baik aja, kok malah pada nggak mau ketemu.”
Ian       :”Iya, gue juga mau nyelesain skripsi gue dulu. Kalian mah enak udah pada lulus, nah gue belum.”
Genta  :”Iya kan, langsung ada sesuatu yang baru yang bisa kita lakuin. Gue cuma nggak mau kalo kita bosen.”
Zafran :”Kita keluar dulu aja dari nyamannya kita. Kita kejar mimpi-mimpi kita yang belum selesai.”
Ian       :”Gue setuju.”
Genta  :”Gimana Riani ?”
Riani    :(Menunduk sambil menangis) “Gue Cuma nggak mau kehilangan kalian.”
Genta  :”Nggak lagi, nggak akan.”
Ian       :”Jadi berapa lama ?”
Zafran :”6 bulan ?”
Riani    :”Nggak , gue nggak mau, itu kelamaan.”
Arial    :”Yaudah 3 bulan aja gimana ?”
Genta  :”Jadi, selama 3 bulan ke depan kita nggak boleh ada komunikasi, pokoknya nggak boleh ada komunikasi sampai tanggal 14 Agustus.”
Zafran :”3 bulan yaa... lama juga.”
Arial    :”Okee kita semua ketemu tanggal 14 Agustus, semua setuju kan ?”
Semua :” Setuju”



BAB III
PENUTUP
A.    Simpulan
Perlu kita sadari bersama bahwasanya kehidupan manusia tak luput dari teks yang telah kita pelajari bersama pada bab teks dalam kehidupan nyata. Sedangkan pada kenyataannya jenis teks yang telah disebutkan pada pembahasan sebelumnya itu tidak muncul secara murni atau orang tidak hanya menggunakan satu jenis teks.
Pada saat yang bersamaan, orang menggunakan berbagai jenis teks sekaligus. Teks itu dapat berwujud pergantian pada jenis teks yang satu ke jenis teks yang lain, dapat pula berwujud campuran beberapa jenis teks dalam satu kesatuan pengungkapan. Akan tetapi teks dalam kehidupan nyata tentunya terdapat nilai moral yang terkandung didalamnya. Selain moral, 5 teks dalam kehidupan nyata yang telah kita ketahui pastinya juga terdapat struktur yang berbeda satu dengan yang lainnya
B.      Saran

1.    Sebaiknya apabila kita hendak mendaki gunung diperlukan persiapan yang memadahi sehingga dapat meminimalisir adanya sesuatu yang membahayakan jiwa.
2.    Selarasnya apabila kita hendak melakukan suatu kegiatan bersama-sama maka kita harus membuat jadwal perencanaan terlebih dahulu.
3.    Sudah layak dan sepantasnya kita harus menghargai tanah air Indonesia sebagai wujud pelestarian dan cinta terhadap alam Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar