5 TEKS DALAM FILM “5 CM”
BAB I
PEMBUKAAN
A. Latar
Belakang
Pengertian latar belakang budaya atau lingkungan
dapat dijelaskan dengan sederhana sebagai berikut. Kita semua tinggal di sebuah
lingkungan, yaitu tempat dan segala sesuatu yang berada di sekitar kita, baik
yang hidup maupun yang mati. Lingkungan amat luas, tetapi kita dapat
mengidentifikasinya melalui tempat tempat yang kita diami atau kita singgahi
saat melakukan kegiatan. Setiap tempat itu disertai oleh situasi yang
melingkupinya. Tempat itu merupakan lingkungan fisik, sedangkan situasi yang
melatarbelakanginya merupakan lingkungan budaya.
Kalian mempunyai tempat tinggal dan
hidup bersama bapak, ibu, serta saudara-saudara yang lain. Lingkungan kalian
itu adalah lingkungan keluarga. Apabila berada di luar rumah, kalian berada di
lingkungan masyarakat. Pada saat belajar di sekolah, kalian berda di lingkungan
sekolah. Situasi yang ada di setiap lingkungan itu terikat oleh norma dan adat
kebiasaan. Norma dan adat kebiasaan itu adalah nilai nilai budaya. Dalam
lingkungan seperti itulah kalian menggunakan bahasa untuk berinteraksi dengan
sesama. Bahasa yang terikat oleh norma dan budaya yang kalian gunakan itu
adalah teks, sedangkan lingkungan beserta seisinya itu adalah konteks. Jadi,
bahasa selalu terungkap sebagai teks dalam konteks. Dengan konteks, bahasa yang
kalian gunakan untuk berinteraksi itu dapat saling dimengerti. Teks tidak harus
disampaikan secara tertulis, tetapi dapat juga secara lisan. Selain itu,
kualitas teks tidak diukur dari jumlah kalmat atau halaman (apabila ditulis)
dan dari lama-tidaknya penuturan (apabila dilisankan), tetapi dari makna yang
diungkapkan dan konteks yang melingkupinya. Setiap kali terjadi interaksi, pada
saat itu pula tercipta teks. Melalui teks, orang tidak hanya berinteraksi, tapi
juga bertindak. Bahkan, dalam kehidupan sehari hari, manusia tidak dapat
melepaskan diri dari teks. Untuk membuat teh, menjalankan mesin cuci, atau
memeasak mi siap saji, kalian menggunakan dan menerapkan teks prosedur
kompleks. Untuk menyampaikan hasil observasi terhadap sesuatu yang ada di
sekitar kita, kalian menggunakan teks laporan. Untuk menyampaikan gagasan dan
diterima oleh oihak lain, kalian menggunakan teks eksposisi. Untuk mencapai
puncak kesepakatan, kalian menggunakan teks negosiasi. Akhirnya, untuk
menyindir atau mengkritik pihak lain, kalian menggunakan teks anekdot. Pendek
kata, untuk melalukan berbagai aktivitas kehidupan, kita semua menggunakan
teks.
B. Tujuan
1. Memenuhi
tugas bahasa Indonesia
2. Memberikan
informasi tentang film :5 cm” kepada pembaca
3. Menambah
wawasan
BAB
II
ISI
A. Teks
Laporan Hasil Observasi ( Teks LHO)
Karakter
ke-5 Tokoh dalam Film “5 CM”
Film 5 cm merupakan cerita nyata yang
diambil dari novel karangan Donny Dhirgantoro. 5 cm menceritakan tentang 5
orang yang bersahabat, mereka selalu bersama dan tidak terpisahkan. 5 sahabat
tersebut adalah Arial, Riani, Zafran, Ian dan Genta
Yang pertama, Arial. Arial adalah
sosok yang paling gagah dan maskulin ke 3 sahabat laki-lakinya. Kebiasaan
uniknya kalau makan harus ada kecap. Arial kuliah di Fakultas Hukum, tetapi
Arial sama sekali tidak mengerti tentang hukum. Dan, Arial selalu grogi kalau
didekati wanita yang ingin mengajak kenalan.
Berikutnya Riani. Riani adalah wanita
yang cerdas, dan lembut. Riani sangat cantik, sehingga banyak laki laki yang
suka dengan Riani, tetapi walaupun begitu, Riani masih betah menjomblo. Riani
mempunyai kebiasaan unik, yaitu kalau Ian sedang makan mi instan, Riani akan
minta kuahnya. Cita-citanya bekerja di TV, itu sebabnya Ia kuliah di
Broadcasting.
Yang ketiga Zafran. Zafran adalah
orang yang puitis, kegemarannya adalah membuat puisi. Zafran sangat menyukai
Dinda (adik Arial). Zafran selalu mengejar ngejar Dinda, tapi tidak ada respon dari
Dinda.
Yang keempat Ian. Ian ini berbadan
gemuk, kepalanya plontos, dan suka makan, makanan kesukaanyya adalah mi instan.
Diantara sahabat sahabatnya, Ian yang belum juga lulus kuliah. Film kesukaan
Ian adalah film porno. Artis idolanya adalah Happy Salma dan klub bola
kesukaannya adalah Manchester United.
Yang terakhir yaitu Genta. Genta
sangat menyukai Riani. Genta orang bijaksana, dia lebih mementingkan urusan
dengan teman temannya daripada urusannya sendiri, Genta selalu ada untuk
teman-temannya saat mereka membutuhkan bantuan. Dia bekerja di proyek yang dia
kerjakan sendiri
B.
Teks
Eksposisi
Mitos Tanjakan
Cinta
Tanjakan
cinta di Ranu Kumbolo, mitosnya lahir dari tragedi. Pada bagian barat danau
Gunung Semeru, terdapat sebuah bukit tinggi menjulang. Bukit ini merupakan
bagian dari rute pendaki ke arah puncak,
kemiringannya tidak kurang dari 45 derajat dan merupakan rute tanjakan yang
landai tapi panjang. Dan ada sesuatu yang menarik di tanjakan cinta tersebut,
ada mitos yang beredar di kalangan pendaki.
Menurut
beberapa sumber, mitos ini lahir dari kisah tragedi dua sejoli yang sudah
bertunangan saat mendaki tanjakan tersebut. Konon, waktu itu, si pria melewati
tanjakan cinta terdebut lebih dahulu. Sementara calon istrinya kewalahan
menaiki tanjakan itu, pria tadi hanya melihat dari atas sambil foto – foto.
Naas pendaki wanita ini tiba – tiba pingsan dan jatuh terguling ke bawah,
kemudian tewas.
Mitos
yang berikutnya adalah, dimana barang siapa yang bisa terus berjalan tanpa
berhenti hingga di atas bukit. Dan tanpa menoleh ke belakang, jika sedang jatuh
cinta akan berakhir bahagia. Dan sebaliknya, jika kita menaiki tanjakan
tersebut lalu menoleh kebelakang mungkin akan terjadi sesuatu dengan pasangan
kita, dan cinta kita tidak akan terkabulkan.
Memang
butuh tenaga yang ekstra untuk melewati tanjakan cinta ini. Tanpa berhenti
apalagi sambil mengangkat berat beban yang kita bawa. Tetapi setelah sampai
diatas atau di ujung tanjakan cinta rasa lelah kita serasa hilang karena
melihat indahnya Ranu Kumbolo yang membisu diselimuti kabut dari kejauhan.
Jadi,
itulah tanjakan cinta mempunyai mitos – mitos , dimana jika kita menaki
tanjakan cinta kita tidak menoleh kebelakang. Ini sebabnya tanjakan tersebut
banyak diincar oleh para pendaki. Para pendaki berlomba – lomba untuk menaiki
tanjakan cinta itu tanpa menoleh kebelakang. Dan ini yang menyababkan mengapa
tanjakan tersebut dinamakan tanjakan cinta oleh orang – orang.
C. Teks
Prosedur Kompleks
Langkah –
Langkah Mendaki Gunung
Jika
kita hendak mendaki gunung, seharusnya kita mempersiapkan segala sesuatunya
terlebih dahulu, agar dalam perjalanan tidak terjadi hal-hal yang tidak kita
inginkan. Persiapan yang kita lakukan adalah sebagai berikut :
1.
Pertama
– tama kita harus mempersiapkan carrier (tas gunung ) untuk tempat kita menaruh
barang – barang yang kita bawa. Selain itu jika kita membawa tas gunung itu
kita akan lebih mudah membawa barang – barang.
2.
Kedua
membawa baju – baju hangat, karena jika
nanti kita mendaki gunung pasti disana suhunya dingin. Jadi baju – baju hangat
sangat dibutuhkan agar badan kita tetap hangat.
3.
Selain
itu membawa senter dan batrai, sebagai alat penerangan saat kita melakukan
perjalan dimalam hari.
4.
Kemudian
siapkan juga bahan bahan makanan dan snak untuk perjalanan selama mendaki.
5.
Bawa
juga kacamata hitam untuk melindungi mata kita, dari debu atau abu vulkanik.
6.
Yang
paling penting bawa perlengkapan obat - obatan dan betadine , sehingga jika
kita terluka dan sakit di perjalanan kita bisa langsung bisa menanganinya.
7.
Jangan
lupa membawa sepatu dan sandal.
8.
Yang
terakhir seminggu sebelum mendaki olahraga atau lari – lari kecil melatih daya
tahan kita.
D. Anekdot
Sidang
Skripsi
Di tengah perjalanan menuju Malang, sewaktu mereka
sedang berbincang – bincang dan bercanda , tiba-tiba Ian menjatuhkan sesuatu.
Ian
: “ Eh ple ple , tolong ambilin donk!“
Zafran
: “Apaan nih ?”
Ian
: “Ple ple, jangan di baca.”
(Zafran membuka isi kertas yang tadi jatuh)
Zafran
: “ Oh bon belanja and vcd bokep , nih gua kembaliin kebiasaan lu“
Arial
: “ Eh babi got, lu masih aja beli dvd bokep, kapan kuliah lu mau kelar kalo
nonton bokep terus ?”
Ian
: “Perasaan gua kalo beli dvd bokep enggak pernah pake bon , emang pernah dikasih
bon apa ?”
(
Sewaktu Ian mengecek kertasnya tiba tiba Zafran )
Zafran:
“Panggilan sidang“
(
Genta, Arial, Riani , dan Dinda sontak kaget dan bahagia mendengar Zafran berbicara
seperti itu )
Zafran:
“Selamat ya ndut , lulus juga akhirnya lu .“ (Sambil memegang perut Ian )
Genta
: “ Ian, lu udah mau lulus ??”
Dinda
: “Sebentar lagu jadi sarjana dong ?”
Ian
:”Iyaa”
(
Semuanya gembira, dan mengerjai Ian dengan menumpahkan makanan ringan ke tubuh
Ian , malam itu mereka berisik dan mengganggu penumpang lain)
Penumpang
: “ Ada apa ini ?”
Zafran
: “Nggak papa pak , ini temen saya ada yang keterima kerja jadi ikan pesut di Ancol“
Ian
: “Haha , tengkyu tengkyu. tau gini gua kasih tau lewat sms aja“
(Dan
suasana malam sangat membahagiakan dan mengharukan )
E. Negosiasi
Perencanaan Hal Baru
Pada malam hari, Genta, Zafran, Arial,
Riani, dan Ian berkumpul di rumah Arial seperti biasa. Mereka membicarakan
tentang persahabatan mereka yang mereka rasa mulai membosankan. Akhirnya mereka
ingin merencakanan hal-hal yang baru. Kemudian Genta mulai membuka pembicaraan.
Genta :”Hai guys, kayanya ada yang perlu kita
omongin nih.”
Riani :”Apaan sih?”
Genta :”Guys, kalian ngerasa bosen nggak sih sama kita, kayanya gini gini
aja deh 10 tahun ini. Tiba-tiba gue
keinget kata kata Ian, kalo dia nggak punya temen selain kita ber-5. Mungkin
perasaan gue aja, tapi gue ngerasain hal yang sama kaya Ian.”
Zafran :”Sama, gue juga.”
Genta :”Bener nggak sih ? Kayanya kita semua nggak punya temen lain
selain kita berlima.”
Zafran :”Standar cuyy.”
Genta :”Mungkin sebaiknya kita nggak ketemuan dulu.”
Riani :”Apa-apaan sih. Nggak, gue nggak mau, kalian cowok-cowok pada
kenapa sih? Kita kan baik-baik aja, kok malah pada nggak mau ketemu.”
Ian :”Iya, gue juga mau nyelesain skripsi gue dulu. Kalian mah
enak udah pada lulus, nah gue belum.”
Genta :”Iya kan, langsung ada sesuatu yang baru yang bisa kita lakuin.
Gue cuma nggak mau kalo kita bosen.”
Zafran :”Kita keluar dulu aja dari nyamannya kita. Kita kejar mimpi-mimpi
kita yang belum selesai.”
Ian :”Gue setuju.”
Genta :”Gimana Riani ?”
Riani :(Menunduk sambil menangis) “Gue Cuma nggak mau kehilangan
kalian.”
Genta :”Nggak lagi, nggak akan.”
Ian :”Jadi berapa lama ?”
Zafran :”6 bulan ?”
Riani :”Nggak , gue nggak mau, itu kelamaan.”
Arial :”Yaudah 3 bulan aja gimana ?”
Genta :”Jadi, selama 3 bulan ke depan kita nggak boleh ada komunikasi,
pokoknya nggak boleh ada komunikasi sampai tanggal 14 Agustus.”
Zafran :”3 bulan yaa... lama juga.”
Arial :”Okee kita semua ketemu tanggal 14 Agustus, semua setuju kan ?”
Semua :” Setuju”
BAB
III
PENUTUP
A. Simpulan
Perlu
kita sadari bersama bahwasanya kehidupan manusia tak luput dari teks yang telah
kita pelajari bersama pada bab teks dalam kehidupan nyata. Sedangkan pada
kenyataannya jenis teks yang telah disebutkan pada pembahasan sebelumnya itu
tidak muncul secara murni atau orang tidak hanya menggunakan satu jenis teks.
Pada
saat yang bersamaan, orang menggunakan berbagai jenis teks sekaligus. Teks itu
dapat berwujud pergantian pada jenis teks yang satu ke jenis teks yang lain,
dapat pula berwujud campuran beberapa jenis teks dalam satu kesatuan
pengungkapan. Akan tetapi teks dalam kehidupan nyata tentunya terdapat nilai
moral yang terkandung didalamnya. Selain moral, 5 teks dalam kehidupan nyata
yang telah kita ketahui pastinya juga terdapat struktur yang berbeda satu
dengan yang lainnya
B. Saran
1.
Sebaiknya
apabila kita hendak mendaki gunung diperlukan persiapan yang memadahi sehingga
dapat meminimalisir adanya sesuatu yang membahayakan jiwa.
2.
Selarasnya
apabila kita hendak melakukan suatu kegiatan bersama-sama maka kita harus
membuat jadwal perencanaan terlebih dahulu.
3.
Sudah
layak dan sepantasnya kita harus menghargai tanah air Indonesia sebagai wujud
pelestarian dan cinta terhadap alam Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar